Langkat-Besilam-Kriminal24jam: Peringatan Haul ke-103 Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqsyabandi berlangsung khidmat dan penuh keberkahan di Kompleks Babussalam, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, pada 30–31 Oktober dan 1 November 2026. Ribuan jemaah dan peziarah berdatangan tidak hanya dari sekitar Langkat, tetapi juga dari berbagai daerah luar provinsi maupun luar negeri.
Sejak hari pertama rangkaian acara, jamaah mulai berdatangan ke lokasi. Peziarah datang dari Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pekanbaru, Duri, Medan, kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, hingga tetangga negara Malaysia. Kehadiran mereka menunjukkan betapa luas pengaruh dan keteladanan Syekh Abdul Wahab Rokan di kalangan masyarakat.
"Saya datang dari Rokan Hilir bersama keluarga dan jamaah lainnya. Perjalanan jauh tidak terasa berat karena keinginan hati untuk mendoakan beliau dan meneladani ilmu yang beliau ajarkan," ujar haji sholeh salah seorang peziarah 1/11/2026
Peringatan haul tersebut diisi dengan
Pembacaan Tahtim Al-Qur'an dan Tahlil bersama
Doa bersama dan pembacaan riwayat keteladanan beliau
Tausiyah dari para ulama dan Tuan Guru Babussalam
Makan bersama dan silaturahmi antar jemaat
Syekh Abdul Wahab Rokan lahir di Danau Runda, Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, pada 28 September 1811. Beliau kemudian menetap di Besilam—di atas tanah wakaf muridnya, Sultan Musa al-Muazzamsyah, Raja Langkat—dan mendirikan perkampungan Babussalam pada tahun 1883 M untuk menyebarkan ajaran Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah hingga wafatnya pada 27 Desember 1926.
Pimpinan kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar mengenang kepergian, tetapi momen untuk meneladani akhlak, kesabaran, dan keikhlasan beliau dalam berdakwah. Semoga keberkahan ilmu beliau senantiasa menjadi cahaya bagi kita semua.
YUDI K NAINGGOLAN



