Serdang Bedagai – kriminal24jam: Suasana tegang melanda kawasan industri di wilayah Sei Parit, Kabupaten Serdang Bedagai, pada hari ini, Kamis (4/6/2026), ketika ratusan pekerja dari PT Sidojadi secara massal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang berujung pada pengepungan gedung kantor pusat perusahaan tersebut. Aksi ini menandai puncak eskalasi ketegangan antara pihak pekerja dan manajemen perusahaan, seiring dengan menguatnya berbagai tuntutan yang disampaikan di tengah berlangsungnya aksi mogok kerja total yang dimulai sejak beberapa hari terakhir.
Pagi hari itu, sejak pukul 08.00 WIB, arus pekerja mulai berdatangan ke lokasi pabrik. Jumlah mereka terus bertambah hingga mencapai ratusan orang, mengenakan seragam kerja lengkap maupun pakaian bebas, namun semuanya membawa semangat dan tekad yang sama. Mereka berkumpul di halaman utama dan perlahan mulai mengepung seluruh akses masuk dan keluar gedung kantor serta area produksi utama. Spanduk-spanduk besar bertuliskan tuntutan dan protes segera dibentangkan di sepanjang pagar pembatas perusahaan, sementara yel-yel lantang terus dikumandangkan secara serempak, menggema hingga ke pemukiman warga di sekitar lokasi. Suasana semakin memanas ketika para buruh menutup rapat gerbang utama, sehingga aktivitas operasional perusahaan pun lumpuh total.
Koordinator aksi sekaligus perwakilan serikat pekerja GOBER HERMANTO menyampaikan kepada awak media bahwa langkah tegas ini diambil karena pihak manajemen PT Sidojadi dinilai terus mengabaikan hak-hak dasar pekerja dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan yang telah berlarut-larut. “Kami sudah berusaha berbicara dengan cara baik-baik, mengajak duduk bersama untuk berunding, namun sampai hari ini tidak ada tanggapan serius. Karena pintu dialog tertutup, maka jalan aksi damai inilah yang harus kami tempuh agar suara kami didengar. Kami tidak main-main, tuntutan kami harus dipenuhi,” tegasnya di hadapan massa demonstran yang terus bersorak mendukung.
Dalam orasi yang berapi-api, para buruh menyampaikan sejumlah tuntutan utama yang menjadi pemicu aksi mogok kerja ini. Poin utama yang paling disorot adalah penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK) Serdang Bedagai yang menurut mereka belum diterapkan sepenuhnya sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, mereka juga menuntut perbaikan sistem penggajian yang sering kali terlambat, peningkatan tunjangan kesejahteraan, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih layak, serta kejelasan status kepegawaian bagi ribuan pekerja yang masih berstatus harian lepas atau kontrak jangka pendek tanpa kepastian masa depan.
“Kami bekerja menguras keringat dan tenaga demi kemajuan perusahaan ini, tetapi apa balasannya? Gaji kami masih tertinggal jauh dari standar hidup layak, fasilitas kami kurang diperhatikan, dan kami selalu diperlakukan tidak adil. Kami minta perlakuan yang manusiawi. Jika perusahaan bisa meraih keuntungan besar, sudah sepatutnya kesejahteraan kami pun ikut dinaikkan,” tambah salah satu juru bicara buruh dengan nada tinggi.
Menyikapi keributan ini, pihak kepolisian dari Polres Serdang Bedagai segera mengerahkan sejumlah personel ke lokasi untuk mengamankan situasi, mencegah terjadinya bentrokan, serta mengatur arus lalu lintas di jalan raya yang menjadi padat akibat aksi massa tersebut. Kapolres Serdang Bedagai atau perwira yang mewakilkan memimpin langsung upaya pendamaian dan mediasi. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh buruh agar tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan anarkis, dan menjaga fasilitas perusahaan agar tidak rusak. Di sisi lain, aparat juga mendesak pihak manajemen untuk bersedia duduk meja perundingan guna mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.
Sementara itu, pihak manajemen PT Sidojadi akhirnya bersedia menerima perwakilan buruh dan unsur kepolisian untuk melakukan pertemuan tertutup di dalam ruang rapat kantor. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan resmi yang dihasilkan. Massa buruh tetap bertahan di luar, menanti hasil perundingan dengan penuh kewaspadaan. Mereka bersumpah tidak akan membubarkan diri dan tidak akan kembali bekerja sebelum adanya keputusan tertulis yang menjamin pemenuhan hak-hak mereka.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan Dinas Tenaga Kerja. Jika perundingan ini gagal, dikhawatirkan aksi mogok kerja ini akan meluas dan berlangsung dalam waktu yang tidak ditentukan, yang tentunya akan berdampak besar pada produktivitas perusahaan maupun stabilitas ekonomi daerah. Masyarakat pun berharap konflik ini dapat segera diselesaikan dengan kepala dingin, melalui jalur hukum dan musyawarah, demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan di wilayah Serdang Bedagai.
Dan dalam aksi tersebut ikut serta keluarga besar pemuda pancasila sei rampah sebagai pendamping masa dalam kegiatan aksi unjuk rasa tersebut.
Yudi k nainggolan
