Serdang Bedagai, kriminal24jam- 8 Juni 2026 – Ratusan nelayan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kini berada di ambang keputusasaan. Teriakan dan keluhan mereka bergema di sepanjang pesisir pantai, mulai dari Pantai Perbaungan hingga Pantai bedagai kecamatan Tanjung beringin akibat krisis kelangkaan BBM jenis solar yang semakin parah dalam sebulan terakhir. Bagi mereka, solar bukan sekadar bahan bakar, melainkan nyawa dari mata pencaharian yang menjadi tumpuan hidup keluarga.
Setiap pagi, para nelayan sudah berbaris panjang di SPBU dan pos penyaluran BBM. Namun, seringkali mereka pulang dengan tangan kosong. Persediaan solar bersubsidi yang dialokasikan untuk sektor perikanan dinilai sangat kurang dan tidak sebanding dengan jumlah armada kapal yang beroperasi. Bahkan, ketika ada pasokan, jumlah yang didapat hanya sepertiga dari kebutuhan per kapal.
"Hampir setiap hari kami kehabisan solar. Kalau dapat pun hanya sedikit, belum cukup untuk melaut sampai ke zona tangkapan ikan. Akibatnya, kami hanya bisa memancing di dekat pantai, hasilnya sedikit, kadang bahkan rugi," ujar Pak Harun, salah satu nelayan di desa bagan kuala kec tanjung beringin dengan nada sedih.
Kondisi ini memaksa banyak nelayan untuk membeli solar di pasar gelap dengan harga yang melambung tinggi. Jika harga resmi subsidinya sekitar Rp6.800 per liter, di pasar gelap harganya bisa mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per liter. Hal ini tentu memangkas habis keuntungan mereka, bahkan membuat banyak yang terpaksa berhenti melaut total.
"Kalau beli di luar, biaya operasional melaut jadi mahal sekali. Hasil tangkapan ikan tidak sebanding dengan biaya bahan bakar. Bulan ini saja sudah puluhan kapal kami yang berhenti berlayar, kami bingung mau makan dari mana," tambah Pak Harun disambut anggukan oleh nelayan lain yang berkumpul.
Selain masalah ketersediaan, distribusi yang dinilai tidak merata juga menjadi keluhan utama. Ada dugaan kuat bahwa sebagian kuota solar bersubsidi justru disalahgunakan untuk kebutuhan industri atau kendaraan umum lain, sehingga kuota untuk nelayan menyusut drastis.
Para nelayan Serdang Bedagai kini memohon perhatian serius dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Mereka meminta penambahan kuota khusus BBM bersubsidi untuk sektor perikanan serta pengawasan ketat agar tidak terjadi penyelewengan. Mereka berharap teriakan ini didengar, agar mereka bisa kembali melaut dengan tenang dan menghidupi keluarga.
"Kami tidak minta kemewahan, kami hanya butuh bahan bakar untuk mencari nafkah. Tolong dengar jeritan kami ini," pungkas mereka.
( Yudi k nainggolan)

