SERDANG BEDAGAI |Kriminal24jam — Aksi yang diduga begal di Kecamatan Teluk Mengkudu, Senin malam, 20 April 2026, berakhir tak sesuai rencana pelaku. Alih-alih mulus membawa kabur hasil rampasan, pelaku justru harus gigit jari setelah korban melakukan perlawanan.
Kepolisian Resor Serdang Bedagai pun tak tinggal diam. Personel Polsek Teluk Mengkudu bersama Satuan Reserse Kriminal langsung turun ke lokasi di Dusun V Desa Pematang Guntung begitu menerima informasi dari warga.
Korban, Andi Lubis (37), warga Desa Pasar Baru yang kini tinggal di Dusun III Desa Pematang Guntung, menjadi sasaran dua orang tak dikenal yang datang berboncengan tanpa pelat nomor.
Sekitar pukul 19.15 WIB, saat korban dalam perjalanan pulang, pelaku mendekat dari belakang dan langsung merampas tas selempang berisi uang tunai. Aksi tarik-menarik pun tak terhindarkan hingga tali tas terputus.
Namun, rencana pelaku mulai berantakan. Sepeda motor yang mereka gunakan oleng dan terjatuh. Korban yang melihat kesempatan itu langsung bergerak cepat dan berhasil merebut kembali tas miliknya.
Tak terima aksinya gagal, salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam diduga arit atau celurit ke arah korban. Andi sempat menangkis serangan tersebut, meski harus mengalami luka di tangan kanan dan pinggul.
Setelah situasi semakin tak terkendali, kedua pelaku memilih kabur meninggalkan lokasi.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, mengatakan pihaknya langsung merespons kejadian tersebut dengan turun ke lapangan dan menemui korban.
“Personel sudah ke TKP dan mendatangi korban. Saat itu korban masih dalam pemulihan sehingga belum membuat laporan,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Korban kemudian melaporkan kejadian itu secara resmi ke Polres Sergai dengan nomor LP/B/138/IV/2026/SPKT/Polres Sergai/Polda Sumut.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada.
Aksi yang semula dirancang cepat dan senyap itu pun berujung kacau. Bukannya untung, pelaku justru pulang dengan tangan kosong—bahkan nyaris tertangkap.
(SUPRIADI AZHAR)

