Seratus Ribu ‘Cetakan Sendiri’ Beredar di Pajak Baru, Kakek 67 Tahun Gagal Panen Kembalian”


Perbaungan |Kriminal24jam :

Pagi yang harusnya wangi bawang di Pasar Rakyat Perbaungan (Pajak Baru) mendadak berubah jadi aroma kecurigaan, Rabu (25/2/2026) sekira pukul 09.30 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial FL (67), warga Medan Barat, diamankan warga setelah diduga mengedarkan uang palsu pecahan Rp100 ribu saat berbelanja.

Menurut informasi yang dihimpun, awalnya pelaku tampak seperti pembeli biasa. Ia membeli bawang merah dan bawang putih di kios RITA YANI dengan total Rp25 ribu. Uang yang diserahkan pecahan Rp100 ribu. Transaksi berjalan, kembalian pun diberikan.

Tak puas sampai di situ, pelaku lanjut belanja cabai merah, cabai hijau dan cabai kecil di kios BOBI senilai Rp64 ribu. Lagi-lagi mengeluarkan lembaran seratus ribuan. Terakhir, ia membeli bawang merah di kios FAUZAN MUNER seharga Rp16 ribu dan kembali menyerahkan pecahan yang sama.

Namun, aksi “belanja hemat, kembalian padat” itu akhirnya terhenti. Salah seorang pedagang yang merasa tekstur uang berbeda langsung memeriksa. Setelah diraba dan diterawang, diduga kuat uang tersebut palsu. Pedagang pun spontan mengejar pelaku dibantu warga sekitar.

Tak butuh waktu lama, pria tersebut diamankan masyarakat dan dibawa ke Koramil Perbaungan oleh Babinsa sekitar pukul 10.00 WIB. Mendapat kabar itu, Unit Reskrim Polsek Perbaungan langsung turun ke lokasi dan menjemput pelaku beserta barang bukti untuk dibawa ke kantor polisi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 8 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, uang tunai Rp27 ribu, satu unit HP Nokia warna hitam, serta bawang merah dan bawang putih hasil belanja.

Kini FL harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dari mana asal uang palsu tersebut.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Serdang Bedagai IPTU L. B. Manullang mengimbau masyarakat, khususnya pedagang, agar lebih teliti saat menerima uang tunai.

“Pastikan uang diperiksa dengan metode dilihat, diraba dan diterawang. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Pagi itu, bawang memang laku. Tapi uang palsu, tak laku di mata warga Pajak Baru.


(Supriadi Azhar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama