Serdang Bedagai-Kriminal24jam: belakangan ini kembali diguncang kegelisahan masyarakat. Pasalnya, peredaran narkotika di berbagai wilayah kecamatan dinilai kian meluas dan tak kunjung tuntas dibasmi, hingga muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serdang Bedagai sudah bekerja maksimal dibawah kepemimpinan kasat AKP Erikson David SH, MH
Berbagai laporan warga dan berita yang muncul belakangan ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba—terutama jenis sabu, ganja, dan pil ekstasi—terdeteksi di hampir seluruh penjuru wilayah hukum Polres Sergai. Mulai dari Perbaungan, Sei Rampah, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Dolok Masihul, hingga kecamatan-kecamatan lainnya, kasus penangkapan pengedar maupun penyalahguna terus bermunculan satu demi satu.
Fakta yang mengkhawatirkan: narkoba kini sudah masuk ke lingkungan pemukiman warga, tersembunyi di rumah-rumah kosong, hingga merambah tempat hiburan malam. Bahkan, ada dugaan jaringan sudah berjalan lama dan melibatkan berbagai kalangan, termasuk warga sekitar yang ikut terlibat dalam peredaran.
Masyarakat mulai bertanya: "Kalau setiap hari ada saja penangkapan, tapi narkoba makin banyak di mana-mana, berarti yang ditangkap hanya penjual eceran, sedangkan bandar besarnya masih bebas berkeliaran?"
Satresnarkoba Polres Sergai memang mencatat sejumlah keberhasilan. Dalam Operasi Antik Toba 2026 saja (13 Mei–2 Juni), berhasil diungkap 38 kasus dengan 58 tersangka. Di periode lain, berhasil membongkar penyelundupan 14,5 kg ganja, menangkap pasangan suami istri yang berperan sebagai bandar sabu, hingga menggagalkan peredaran ekstasi di Dolok Masihul. Penangkapan demi penangkapan terus dilakukan hingga awal September 2026.
Namun, di balik angka-angka tersebut, masyarakat menilai penindakan masih terasa hanya "menggarami air". Beberapa hal yang menjadi sorotan:
Fokus pada pelaku tingkat bawah saja. Warga banyak mengeluhkan bahwa yang sering diamankan adalah pemakai atau pengedar kecil, sementara jaringan utama, bandar, dan jalur suplai besar jarang tersentuh.10/09/2026
Peredaran tetap berulang di tempat yang sama. Di beberapa desa dan lingkungan, setelah satu kelompok ditangkap, tak lama kemudian muncul kelompok baru yang mengambil alih peredaran Kehadiran aparat dinilai kurang pencegahan. Warga berharap kehadiran Sat Narkoba tidak hanya saat ada laporan atau operasi besar, tapi juga terlibat aktif dalam pengawasan rutin, penyuluhan, dan kerja sama dengan tokoh masyarakat. Daya jangkauan wilayah luas. Sergai memiliki wilayah cukup luas dengan banyak jalur masuk dan keluar—memudahkan pergerakan jaringan narkoba.
"Kami tidak menolak bahwa polisi sudah bekerja, tapi hasilnya belum terasa sampai ke akar-akarnya. Narkoba malah makin merajalela, anak-anak muda kami jadi sasaran utama," ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda, kini bersuara lantang:
Tuntut pembongkaran jaringan sampai ke bandar utama. Jangan hanya menangkap yang menjual, tapi lacak dari mana barang itu datang dan ke mana uangnya mengalir.
Penguatan kerja sama lintas lembaga. Sat Narkoba harus berkoordinasi lebih erat dengan BNNK Sergai, instansi terkait, serta tokoh masyarakat agar pengawasan terjadi 24 jam bukan hanya saat operasi.
Pencegahan dan rehabilitasi. Pemberantasan tak cukup hanya dengan penangkapan—perlu ada upaya penyuluhan menyeluruh di sekolah dan desa, serta pemulihan bagi korban agar tidak kembali terjerat.
Transparansi. Masyarakat ingin tahu seberapa besar barang bukti yang disita, berapa jaringan yang diputus, dan apakah ada kemajuan nyata dalam memutus rantai peredaran
Kinerja Sat Narkoba Polres Sergai memang sudah ada, namun tantangan yang dihadapi juga semakin besar. Peredaran narkoba yang makin merajalela menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan sejauh ini belum cukup untuk menahan laju penyebarannya.
Masyarakat berharap pimpinan Sat Narkoba-AKP ERIKSON DAVID SH, MH dapat meninjau kembali strategi penindakan: lebih tajam, lebih dalam, dan menyentuh pusat jaringan, bukan sekadar permukaannya saja. Karena jika dibiarkan terus, kerusakan yang ditimbulkan narkoba akan semakin parah—menghancurkan masa depan generasi muda dan kestabilan keamanan Kabupaten Serdang Bedagai.
Yudi k nainggolan